Pemuda dan Sosialisasi
PENGERTIAN PEMUDA
Pemuda adalah semangat untuk berkarya.
Seratus tahun yang lalu, kita mengenal Budi Oetomo sebagai organisasi
intelektual bangsa yang mengubah cara Indonesia untuk merebut hakekat
kemerdekaannya. Enam puluh tiga tahun yang lalu, pemuda dengan keberaniannya mendesak
Soekarno dan Moch. Hatta untuk memproklamasikan kemerdekaan negeri kita
tercinta ini. Dan Enam puluh tiga tahun satu bulan yang lalu, Bung Tomo dengan
semangat kepemudaannya berkoar di kota Surabaya dan meneriakkan kalimat,
“Merdeka atau Mati”. Namun, tiga minggu yang lalu, di koran kompas disebutkan,
lebih dari 83,2 persen koresponden Indonesia menyatakan, kini jiwa kepahlawanan
dan semangat kepemudaan telah luntur dan disalahartikan. Betapa ironi sekali
negara ini. Kemana Indonesia akan bisa melangkah ? Krisis kepemudaan telah
melanda negeri ini. Indonesia kini sangat susah untuk melahirkan
Soekarno-soekarno baru. Bintang sinetron pun tanpa disadari menjadi pahlawan
dan panutan baru yang semu dalam setiap aktivitas.
Krisis kepemudaan ini harus segera ditindak
lanjuti, kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan di kampus harus mampu
menimbulkan percikan-percikan semangat baru, semangat kepahlawanan pemuda, yang
dapat diwujudkan dengan semangat berkarya untuk bangsa. Sumpah Pemuda adalah
contoh karya nyata yang dibuat oleh pemuda dan pemudi dari seluruh Indonesia
pada tahun 1928 yang lalu. Bisakah kita sebagai generasi penerus berkarya untuk
bangsa seperti mereka ? Dan apakah moment hari pahlawan dan satu abad
kebangkitan bangsa telah mampu menjadi bahan evaluasi diri sampai sejauh mana
kita telah berkarya ? Jawabannya harus ditanyakan kepada diri kita
masing-masing.
Setiap tahun, satu juta anak negeri
Indonesia yang tidak menemukan sumber nafkah di negerinya sendiri mengais
rezeki di negeri orang. Pendudukan miskin menjadi 35 juta jiwa. Ada sekitar 13
juta jiwa yang masih belum bisa membaca dan menulis. Pengangguran terus
meningkat menjadi 9 juta jiwa. Kemiskinan, pengangguran, serta korupsi yang
meluas dan melanda negeri ini memerlukan pahlawan-pahlawan baru yang dapat
diwujudkan oleh pemuda dengan segenap karya-karyanya.
Pemuda juga dapat diartikan sebagai suatu
generasi yang dipundaknya terbebani bermacam-macam harapan , terutama dari
generasi lainya.hal ini dapt dimengerti karena pemuda diharapkan sebagai
generasi penerus , generasi yang harus mengisi dan melangsungkan estafet
pembangunan secara terus menerus.
Pengertian Sosialisasi
Sosialisasi adalah proses yang membantu
individu melalui media pembelajaran dan penyesuaian diri, bagaimana bertindak dan
berpikir agar ia dapat berperan dan berfungsi, baik sebagai individu maupun
sebagai anggota masyarakat.
Selain itu Sosialisasi diartikan sebagai
sebuah proses seumur hidup bagaimana seorang individu mempelajari
kebiasaan-kebiasaan yang meliputi cara-cara hidup, nilai-nilai, dan norma-norma
social yang terdapat dalam masyarakat agar dapat diterima oleh masyarakatnya.
Berikut pengertian sosialisasi menurut para ahli
1. Charlotte Buhler
Sosialisasi adalah proses yang membantu
individu-individu belajar dan menyesuaikan diri, bagaimana cara hidup, dan
berpikir kelompoknya agar ia dapat berperan dan berfungsi dengan kelompoknya.
2. Peter Berger
Sosialisasi adalah suatu proses dimana
seseorang menghayati serta memahami norma-norma dalam masyarakat tempat tinggalnya
sehingga akan membentuk kepribadiannya.
3. Paul B. Horton
Sosialisasi adalah suatu proses dimana
seseorang menghayati serta memahami norma-norma dalam masyarakat tempat
tinggalnya sehingga akan membentuk kepribadiannya.
4. Soerjono Soekanto
Sosialisasi adalah proses mengkomunikasikan
kebudayaan kepada warga masyarakat yang baru.
Internalisasi belajar dan Sosialisasi
Internalisasi adalah proses norma-norma
yang mencakup norma-norma kemasyarakatan yang tidak berhenti sampai
institusional saja, akan tetapi mungkin norma-norma tersebut sudah mendarah
daging dalam jiwa anggota-anggota masyarakat.
Ketiga kata atau istilah internalisasi,
belajar, dan spesialisasi pada dasarnya memiliki pengertian yang hampir sama.
Proses berlangsungnya sama yaitu melalui interaksi sosial. Istilah
internalisasi lebih ditekankan pada norma-norma individu yang
menginternalisasikan norma-norma tersebut, atau proses norma-norma
kemasyarakatan yang tidak berhenti sampai institusional saja, akan tetapi norma
tersebut mendarah daging dalam jiwa anggota masyarakat. Norma tersebut dapat
dibedakan menjadi dua, yaitu norma yang mengatur pribadi (mencakup norma
kepercayaan dan kesusilaan) dan norma yang mengatur hubungan pribadi (mencakup
kaidah kesopanan dan kaidah hukum).
Istilah belajar ditekankan pada perubahan
tingkah laku, yang semula tidak dimiliki sekarang telah dimiliki oleh seorang
individu, atau perubahan sikap dari tidak tahu menjadi tahu, dimana belajar
dapat berlangsung di lingkungan maupun di lembaga pendidikan.
Istilah spesialisasi ditekankan pada
kekhususan yang telah dimiliki atau diukur oleh seorang individu, kekhususan
timbul melalui proses yang agak panjang dan lama.
Komentar
Posting Komentar