Teknologi Sistem Cerdas
Kelebihan dan Kekurangan Sistem Cerdas
·
Kelebihan Kecerdasan Buatan :
- Kecerdasan buatan lebih bersifat permanen. Kecerdasan alami akan cepat mengalami perubahan. Hal ini dimungkinkan karena sifat manusia yang pelupa. Kecerdasan buatan tidak akan berubah sepanjang sistem komputer dan program tidak mengubahnya.
- Kecerdasan buatan lebih mudah diduplikasi dan disebarkan. Mentransfer pengetahuan manusia dari satu orang ke orang lain butuh proses dan waktu lama. Disamping itu suatu keahlian tidak akan pernah bisa diduplikasi secara lengkap. Sedangkan jika pengetahuan terletak pada suatu sistem komputer, pengetahuan tersebuat dapat ditransfer atau disalin dengan mudah dan cepat dari satu komputer ke komputer lain
- Kecerdasan buatan lebih murah dibanding dengan kecerdasan alami. Menyediakan layanan komputer akan lebih mudah dan lebih murah dibanding dengan harus mendatangkan seseorang untuk mengerjakan sejumlah pekerjaan dalam jangka waktu yang sangat lama.
- Kecerdasan buatan bersifat konsisten. Hal ini disebabkan karena kecerdasan busatan adalah bagian dari teknologi komputer. Sedangkan kecerdasan alami senantiasa berubah-ubah.
- Kecerdasan buatan dapat didokumentasikan. Keputusan yang dibuat komputer dapat didokumentasikan dengan mudah dengan melacak setiap aktivitas dari sistem tersebut. Kecerdasan alami sangat sulit untuk direproduksi.
- Kecerdasan buatan dapat mengerjakan pekerjaan lebih cepat dibanding dengan kecerdasan alami
- Kecerdasan buatan dapat mengerjakan pekerjaan lebih baik dibanding dengan kecerdasan alami.
·
Kekurangan Kecerdasan Buatan :
- Kurang memberikan kesempatan kepada orang lain untuk membuka peluang bisnis, usaha, layanan computer sejenis karena setiap orang di prediksi lebih memilih untuk melakukan sendiri jika dalam jumlah yang kecil atau dalam kapasitas yang terjangkau.
- Rawan rusak
- Mahal dalam proses pembuatannya
- Memerlukan daya listrik
- Struktur kontrolnya terpisah dari pengetahuan
Pandangan ke Depan tentang Sistem Cerdas di Indonesia
Meningkatnya intensitas
hujan yang terjadi akhir-akhir ini seakan tidak diantisipasi oleh semua pihak.
Pasalnya, peristiwa banjir mulai terjadi di beberapa daerah.

Salah satu
peristiwa banjir yang masih segar di ingatan adalah Kejadian banjir di Kemang,
Jakarta Selatan. Disusul oleh bencana banjir di Garut yang menyebabkan puluhan
jiwa meninggal dunia dan ratusan rumah terendam banjir.
"Rangkaian bencana
banjir itu telah menjadi bukti bahwa kita membutuhkan sistem peringatan dini
akan bencana banjir. Kita jelas memerlukan penanganan yang lebih mumpuni.
Utamanya, kita sangat membutuhkan sistem peringatan dini bencana banjir,"
tegas Seto di Kantor BPPT, Jakarta (12/10/2016).
BPPT sebut
Seto, sudah mengembangkan model prediksi hujan dengan cukup baik. Ini bisa
menjadi embrio untuk berkolaborasi dengan institusi yang lain. BPPT juga
memiliki teknologi modifikasi cuaca yang salah satu fungsinya untuk mengurangi
curah hujan.
Lebih jauh
lagi, Seto menjabarkan jika informasi prediksi hujan ini harus dipadukan dengan
peta rawan banjir dan atau rawan longsor. Selain itu, informasi prediksi tinggi
gelombang untuk daerah-daerah yang rawan banjir rob juga harus disusun.
"Sebagai
langkah awal, sangat penting Indonesia memiliki sistem nasional peringatan dini
bencana banjir yang terpadu dan bersinergi antar institusi. Harus segera agar
kita bisa antisipasi dan mencegah bencana banjir seperti di Garut tidak
terulang." pungkasnya.
Sumber:http://techno.okezone.com/read/2016/10/12/56/1513129/indonesia-butuh-sistem-cerdas-peringatan-banjir
Komentar
Posting Komentar