Manusia dan Harapan
Masih ingatkah dengan ungkapan ‘bagai pungguk merindukan bulan’
dimana mengharapkan sesuatu yang terlampau tinggi. Bahwa sebenarnya
harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri
sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan
tersebut dapat terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Bila
dibandingkan dengan cita-cita, maka harapan mengandung pengertian tidak
terlalu muluk, sedangkan cita-cita pada umumnya digambarkan setinggi
bintang.
sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan manusia itu adalah :
1. Teori koherensi : suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koheren atau konsisten dengan pernyataan – pernyataan sebelumnya yang dianggap benar. Misalnya setiap manusia pasti mati. Paul manusia. Paul pasti mati.
2. Teori korespondensi : teori yang menyatakan bahwa suatu pernyataan benar bila materi pengetahuan yang dikandung penyataan itu berkorespondesni (berhubungan dengan) obyek yagn dituju oleh pernyataan tersebut.
3. Teori pragmatis : Kebenaran suatu pernyataan diukur dengan criteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis
Manusia dan Pandangan Hidup
Pengertian Pandangan hidup
Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati karena ia menentukan masa depan seseorang. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Pandangan hidup berdasarkan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :
Usaha atau perjuangan adalah kerja keras yang dilandasi keyakinan/kepercayaan.
sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan manusia itu adalah :
- Kelangsungan hidup
- Keamanan
- Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai
- Diakui lingkungan
- Perwujudan cita-cita
1. Teori koherensi : suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koheren atau konsisten dengan pernyataan – pernyataan sebelumnya yang dianggap benar. Misalnya setiap manusia pasti mati. Paul manusia. Paul pasti mati.
2. Teori korespondensi : teori yang menyatakan bahwa suatu pernyataan benar bila materi pengetahuan yang dikandung penyataan itu berkorespondesni (berhubungan dengan) obyek yagn dituju oleh pernyataan tersebut.
3. Teori pragmatis : Kebenaran suatu pernyataan diukur dengan criteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis
Manusia dan Pandangan Hidup
Pengertian Pandangan hidup
Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati karena ia menentukan masa depan seseorang. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Pandangan hidup berdasarkan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :
- Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya
- Pandangan hidup yang berupa ideology yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada suatu Negara
- Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.
- cita-cita,
- kebajikan,
- usaha,
- keyakinan/kepercayaan.
Usaha atau perjuangan adalah kerja keras yang dilandasi keyakinan/kepercayaan.
Pengertian Do'a
DOA (DU’A) adalah memohon atau meminta
pertolongan kepada Allah SWT. Akan tetapi bukan berarti hanya orang-orang yang
sedang ditimpa musibah saja yang layak memanjatkan doa. Dalam keadaan
segar-bugar dan tidak kekurangan suatu apa pun, sebagai manusia, kiranya kita
layak berdoa. Setidaknya berdoalah memohon perkenan Allah SWT untuk mengampuni
segala dosa-dosa, baik yang kita segaja maupun tidak. Juga meminta tetap diberi
kekuatan iman dan kesehatan agar dapat melaksanakan segala perintah-Nya. Lalu
memohon perlindungan-Nya dari gangguan setan dan hawa nafsu kita sendiri supaya
tidak terjerembab dalam jurang maksiat.
Apalagi jika kita
sadari bahwa situasi dan kondisi yang kita hadapi sehari-hari berputar bagai
roda pedati. Mungkin saja hari ini kita bisa beribadah dengan baik dan ikhlas,
namun siapa tahu hari- hari berikutnya kita didera rasa malas? Boleh jadi hari
ini kita begitu bahagia, tetapi siapa tahu nasib kita pada esok atau lusa
menjadi sebaliknya? Karena itulah dalam keadaan sebaik apa pun kita tetap perlu
berdoa. Muhammad Rosulullah saw. bersabda, "Tiada sesuatu yang paling mulia dalam -pandangan
Allah, selain dari berdoa kepada-Nya, sedang kita dalam keadaan lapang."
(HR. Al-Hakim).
Tentu saja dalam
berdoa jangan memohon sesuatu yang menurut kita baik, padahal sesungguhnya
buruk. Suatu misal karena sudah lama menderita sakit parah, karena merasa
selalu tersiksa lalu kita memohon kematian. Bukankah seharusnya kita memohon
kesembuhan. Nabi saw. juga melarang kita memohon mati. Abu Huroiroh ra. mengutarakan,
Muhammad Rosulullah saw. bersabda, ’’Sekali-kali janganlah kalian meminta mati.
Jangan pula mendoakannya sebelum mati itu datang sendiri. Sebab jika kamu telah mati, maka
berhentilah kalian beramal. Sesungguhnya bertambah panjang umur seorang mukmin,
bertambah pula kebaikan yang dapat diperbuatnya". (HR. Muslim)
Allah SWT juga berjanji untuk mengabulkan doa para
hamba- Nya. Dan Tuhanmu berfirman, "Berdoalah kepada-Ku,
niscaya Aku perkenankan bagimu." (QS. 40/Al- Mukmin: 60) "Dan
Dia memperkenankan (doa) orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan
serta menambah (pahala) kepada mereka dari karunia-Nya. (QS. 42/Asy-
Syuro: 26)
Dalam hadits juga diungkapkan bahwa Allah SWT tidak
akan menolak doa hamba-Nya. Muhammad Rosulullah saw. bersabda,
"Sesungguhnya Allah, Tuhan Yang Maha Hidup lagi Maha Mulia, merasa malu
jika seseorang mengangkat kedua tangannya untuk berdoa, lalu orang itu ditolak
dengan kosong dan kecewa". (HR. Empat Ahli Hadits, kecuali Nasai dari Salman
ra.)
Dengan demikian setiap doa pasti
dikabulkan oleh-Nya. Bahkan ada tiga orang yang mendapat prioritas doanya
segera dikabulkan.
Muhammad Rosulullah saw. menerangkan, "Ada tiga orang yang
sekali- kali tidak akan ditolak doanya oleh Allah SWT, ialah orang yang sedang
berpuasa sampai waktu menjelang berbuka, kepala negara yang adil, dan orang
yang teraniaya." (HR. Tirmidzi dari Abu Huroiroh ra.)
Jika
doa-doa yang telah kita panjatklan belum terkabulkan, bukan berarti bahwa doa
kita tersebut ditolak. Muhammad Rosulullah saw. bersabda: "Apabila
seorang muslim menyungkurkan wajahnya (sujud) kepada Allah dalam memohon
sesuatu, pasti Allah memberinya. Dan pemberian itu disegerakan atau menjadi
simpanan di akhirat". (HR. Ahmad dari Abu Huroiroh ra.).
A. Contoh Doa
Doa merupakan unsur yang paling
esensial dalam ibadah. Muhammad Rosulullah saw. bersabda: "Tidak ada
sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah Ta’ala dibandingkan doa". (HR. Ahmad, Bukhori, Tirmidzi
dan Nasai) Sebab sebagaimana diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Anas ra., menurut
Nabi saw. doa adalah ibadah karena:
a. mematuhi perintah Allah SWT,
yakni firman-Nya: "Berdoalah kamu kepada-Ku, niscaya Aku
mengabulkan doamu;
b. doa merupakan cermin
menghambakan diri kepada Allah SWT; dan
c. pengakuan, bahwa hanya Allah SWT Yang Maha Berkuasa dan Maha
Berkehendak, sehingga hanya Dia-lah yang dapat mengabulkan dan mewujudkan
segala keinginan kita.
Ada beberapa keutamaan yang akan kita peroleh dalam
berdoa.
1. Allah menyertai
hamba-nya yang berdoa. Muhammad Rosulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya
Allah berfirman: ’Aku selalu dalam persangkaan hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku
selalu bersamanya ketika ia berdoa kepada-Ku’." (HR. Bukhori Muslim
dari Abu Huroiroh ra)
2. Doa senjata orang
mukmin. Muhammad Rosulullah saw. bersabda, "Doa adalah senjata
orang mukmin, dan tiang agama, serta cahaya langit dan bumi". (HR. Hakim dari Ali
bin Abi Tholib ra.)
3. Doa datangkan
keselamatan. Muhammad Rosulullah saw. bersabda, "Janganlah engkau
merasa lemah untuk berdoa, sebab sesungguhnya tidak seorang pun yang binasa
selama ia tetap berdoa". (HR. Ibnu Hiban dan Hakim dari Anas ra.)
4. Doa menolak bencana,
dan menolak tipu daya musuh. Muhammad Rosulullah saw. bersabda, "Doa
berguna terhadap apa saja yang telah menimpa seseorang, dan hal-hal yang belum
turun kepadanya. Sesungguhnya bencana pasti akan turun, dan akan ditemui oleh,
doa. Lalu keduanya selalu bersaingan sampai hari kiamat". (HR. Bazaar dan
Thobroni dari Aisyah ra.) Maksudnya, bencana senantiasa mengintai manusia, dan
semua itu dapat ditolak hanya dengan doa.
Memanjatkan doa kepada Allah
SWT, pertanda beriman kepada- Nya. Itulah sebabnya doa dikatakan sebagai tiang
agama. Doa yang dipanjatkan oleh orang-orang beriman tersebut, jika diawali
atau diakhiri dengan bacaan sholawat, akan dibawa naik oleh para malaikat. Maka
tidak salah jika doa itu diibaratkan cahaya langit dan bumi.
PENGERTIAN KEPERCYAAN
Kepercayaan
adalah kemauan seseorang untuk bertumpu pada orang lain dimana kita
memiliki keyakinan padanya. Kepercayaan merupakan kondisi mental yang
didasarkan oleh situasi seseorang dan konteks sosialnya. Ketika
seseorang mengambil suatu keputusan, ia akan lebih memilih keputusan
berdasarkan pilihan dari orang- orang yang lebih dapat ia percaya dari
pada yang kurang dipercayai (Moorman, 1993).
Menurut Rousseau et al (1998), kepercayaan adalah wilayah psikologis yang merupakan perhatian untuk menerima apa adanya berdasarkan harapan terhadap perilaku yang baik dari orang lain. Kepercayaan konsumen didefinisikan sebagai kesediaan satu pihak untuk menerima resiko dari tindakan pihak lain berdasarkan harapan bahwa pihak lain akan melakukan tindakan penting untuk pihak yang mempercayainya, terlepas dari kemampuan untuk mengawasi dan mengendalikan tindakan pihak yang dipercaya (Mayer et al, 1995).
Menurut Ba dan Pavlou (2002) mendefinisikan kepercayaan sebagai penilaian hubungan seseorang dengan orang lain yang akan melakukan transaksi tertentu sesuai dengan harapan dalam sebuah lingkungan yang penuh ketidakpastian.
Universitas Sumatera Utara
Kepercayaan terjadi ketika seseorang yakin dengan reliabilitas dan integritas dari orang yang dipercaya (Morgan & Hunt, 1994).
Doney dan Canon (1997) bahwa penciptaan awal hubungan mitra dengan pelanggan didasarkan atas kepercayaan. Hal yang senada juga dikemukakan oleh McKnight, Kacmar, dan Choudry (dalam Bachmann & Zaheer, 2006), menyatakan bahwa kepercayaan dibangun sebelum pihak-pihak tertentu saling mengenal satu sama lain melalui interaksi atau transaksi. Kepercayaan secara online mengacu pada kepercayaan dalam lingkungan virtual.
Menurut Rosseau, Sitkin, dan Camere (1998), definisi kepercayaan dalam berbagai konteks yaitu kesediaan seseorang untuk menerima resiko. Diadaptasi dari definisi tersebut, Lim et al (2001) menyatakan kepercayaan konsumen dalam berbelanja internet sebagai kesediaan konsumen untuk mengekspos dirinya terhadap kemungkinan rugi yang dialami selama transaksi berbelanja melalui internet, didasarkan harapan bahwa penjual menjanjikan transaksi yang akan memuaskan konsumen dan mampu untuk mengirim barang atau jasa yang telah dijanjikan.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa kepercayaan konsumen adalah kesediaan satu pihak menerima resiko dari pihak lain berdasarkan keyakinan dan harapan bahwa pihak lain akan melakukan tindakan sesuai yang diharapkan, meskipun kedua belah pihak belum mengenal satu sama lain.
Menurut Rousseau et al (1998), kepercayaan adalah wilayah psikologis yang merupakan perhatian untuk menerima apa adanya berdasarkan harapan terhadap perilaku yang baik dari orang lain. Kepercayaan konsumen didefinisikan sebagai kesediaan satu pihak untuk menerima resiko dari tindakan pihak lain berdasarkan harapan bahwa pihak lain akan melakukan tindakan penting untuk pihak yang mempercayainya, terlepas dari kemampuan untuk mengawasi dan mengendalikan tindakan pihak yang dipercaya (Mayer et al, 1995).
Menurut Ba dan Pavlou (2002) mendefinisikan kepercayaan sebagai penilaian hubungan seseorang dengan orang lain yang akan melakukan transaksi tertentu sesuai dengan harapan dalam sebuah lingkungan yang penuh ketidakpastian.
Universitas Sumatera Utara
Kepercayaan terjadi ketika seseorang yakin dengan reliabilitas dan integritas dari orang yang dipercaya (Morgan & Hunt, 1994).
Doney dan Canon (1997) bahwa penciptaan awal hubungan mitra dengan pelanggan didasarkan atas kepercayaan. Hal yang senada juga dikemukakan oleh McKnight, Kacmar, dan Choudry (dalam Bachmann & Zaheer, 2006), menyatakan bahwa kepercayaan dibangun sebelum pihak-pihak tertentu saling mengenal satu sama lain melalui interaksi atau transaksi. Kepercayaan secara online mengacu pada kepercayaan dalam lingkungan virtual.
Menurut Rosseau, Sitkin, dan Camere (1998), definisi kepercayaan dalam berbagai konteks yaitu kesediaan seseorang untuk menerima resiko. Diadaptasi dari definisi tersebut, Lim et al (2001) menyatakan kepercayaan konsumen dalam berbelanja internet sebagai kesediaan konsumen untuk mengekspos dirinya terhadap kemungkinan rugi yang dialami selama transaksi berbelanja melalui internet, didasarkan harapan bahwa penjual menjanjikan transaksi yang akan memuaskan konsumen dan mampu untuk mengirim barang atau jasa yang telah dijanjikan.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa kepercayaan konsumen adalah kesediaan satu pihak menerima resiko dari pihak lain berdasarkan keyakinan dan harapan bahwa pihak lain akan melakukan tindakan sesuai yang diharapkan, meskipun kedua belah pihak belum mengenal satu sama lain.
Harapan Mahasiswa pada Saat Menjalankan Kuliah dan Pada Saat Lulus Kuliah:
1. Lulus Kuliah tepat waktu
2. Nilai IP tinggi.
3. Membanggakan Orang tua
4. Mendapatkan Kerja yang diinginkan
5. Hidup Bahagia selama lamanya.
Sumber:
http://zaysscremeemo.blogspot.com/2012/07/pengertian-kepercyaan.html
https://rossyavani.wordpress.com/2013/05/30/manusia-dan-harapan-manusia-dan-pandangan-hidup-manusia-dan-tanggung-jawab/
http://m.pustaka.abatasa.co.id/pustaka/detail/doa/allsub/931/pengertian-doa-dan-fungsi-doa.html
Komentar
Posting Komentar